Minggu, 11 Maret 2012

KENAPA MEMILIH SINGKONG SAMBUNG


Mau Panen Dipanen Orang Lain Duluan.
Semua pekebun/petani sangat mengharapkan panen dari setiap apa yang dibudidayakan. Namun tidak semudah apa yang menjadi pengharapan dari setiap pekebun. Prakiraan hari panen tiba dan membawa anggota untuk memanen ternyata, tanaman yang ada sudah dipanen orang lain. Tinggallah pekebunan menggigit jari. Lalu apa yang aman untuk dibudidayakan? Tulisan berikut, mengulas sedikit tentang pengalaman dalam membudidayakan tanaman ini.

Cabai? Dipanen Mulai Dari Batangnya?.
Tanaman cabai memang sangat menjanjikan keuntungannya. Apalagi saat petani lain di daerah setempat tidak banyak yang membudidayaan. Harga yang akan diterima biasanya akan sangat lumayan. Coba bayangkan, untuk dapat memanen cabai tersebut, kita/pekebun harus menunggu selama 81 hari untuk dapat memetik buah cabai yang ada di posisi cabang V (percabangan pertama). Beberapa minggu berikutnya, baru dapat memetik buah-buah cabai merah pada cabang dan rantingnya.

Apa daya.....menanam cabai kalau tidak ditunggu pada gubuk derita yang ada di tengah-tengah lahan, pasti tidak akan kebagian?. Orang lain yang akan memanen duluan....apalagi kalau harga jual cabai mahal, jangan harap kita mendapatkannya.

Dijagapun.....masih hilang? Ketika penjaga lahan cabai berada di gubuk derita di tengah-tengah lahan plus senter dengan batu batere 5 (supaya bisa mengecek lahan dari jarak jauh). Cabaipun masih hilang.....Buan main.....pencuri cabai, memanen dengan cara tidur untuk memetiknya.....

Tida itu saja.....ketika penjaga lahan cabai sedang terlena (tidur).....pencuri cabai memanen tidak hanya buah-buah cabainya saja.....tetapi sekaligus diarit.....dan kita pekebun tidak kebagian apa-apa.

Pisang? Tinggal Batangnya Yang Tegak?.
Lain halnya dengan pisang......Ketika prediksi panen diharapkan bisa dilakukan sepuluh hari kedepan, kita sebagai pekebun juga sudah mencari pembeli......ternyata kita hadir di kebun pisang yang sudah kita tunggu 7 s/d 11 bulan yang lalu......yang tersisa tinggal batangnya saja.....buah pisangnya sudah tidak ada lagi. Pekebun pisang juga tinggal mengelus dada.....

Semangka atau Melon? Mudah-mudahan Kebagian Buah Sepaknya?.
Banyak pekebun Semangka atau Melon mengeluh.....karena buah-buah yang disisakan pencuri tinggal buah-buah yang tidak masuk grade untuk dapat harga tinggi. Nasibnya sama dengan menanam Cabai.....Pemilik masih dapat bagian.....tetapi tinggal buah-buah yang ukuran kecil (istilah orang Medan....tinggal buah sepak).

Jagung? Masih Kebagian Tetapi Merepotkan?.
Pengalamana menanam jagung juga demikian halnya.....apalagi akan mengharapkan buah-buah yang sampai kering di lahan......pasti dapat sisa-sisa para maling....belum lagi diejek oleh pembeli jagung .....karena warna jagung menjadi hitam.

Tanaman jagung memang mudah dan cepat panen.....mulai keluar jagung muda (janten)....bibik-bibik di seitar lahan sudah mulai meminta dengan alasan untuk coba disayur.....bagaimana kita melarangnya.....karena dia langsung memetik........

Ketika tanaman jagung sudah mulai enak dibakar ataupun direbus.....giliran tukang angon (penggembala) dan tukang ngarit (pencari rumput)......juga demikian "Wak atau Lek....coba yo....mau dibakar aja....." Bayangkan berapa banyak tukang angon dan pencari rumput......semuanya nyoba membakar dan dimakannya.

Wal hasil......kita tinggal kebagian yang ada di bagian tengah.......kalau dari pinggir sampai sekian puluh baris ke bagian tengah sudah luder dipanen oleh orang lain.....

Tiba giliran panen (bagian tengah saja).....dipetik, pipil (giling).....dan jemur. Ketika kita menjemur jagung.....tiba-tiba hujan turun......maka biji jagung yang awalnya ranum menguning.....berubah warna menjadi kehitaman.....dan begitu kita antar ke pasar.....kita diejek "Mau jual biji jagung atau jual jamur" katanya.....

Kalau Singkong Sambung PANSU?.
Tanaman ini sungguh.....masih sangat aman ditanam di mana-mana.....pengalaman selama ini membudidayakan Singkong Sambung belum pernah hilang...... Kenapa?

Sudah kita coba tanam di kawasan padat penduduk .....ternyata aman-aman saja. Ada beberapa batang di bagian pojok lahan yang coba digangsir pencuri.....tetapi tidak berlanjut.....mungkin katika dia coba rebus atau bakar ternyata rasanya pahit.....sehingga tidak mau lagi dia mencobanya.....

Daun singkong yang ada saja sangat tidak disukai oleh Ibu-Ibu untuk dijadikan sayur.....karena dengan melihat tampilan daunnya saja....ibu-ibu sudah takut untuk memakannya.....dengan alasan "Nanti Mabuk". Demikian juga dengan ternak.....kalau kambing memakannya di lahan.....mudah-mudahan ketika sampai di rumah penggembala.....maka kambing akan segera minta disembelih.....karena memang mabuk. Demikian juga dengan sapi dan kerbau.....tidak mau memakannya.

Dengan demikian.....singkong sambung PANSU merupakan tanaman yang paling aman untuk dibudidayakan dimana saja......kuncinya......terapkan 4 kita menanam singkong......mudah-mudahan kita mendapatkan hasil yang lumayan. 

Kenapa singkong sambung PANSU aman......ternyata ada beberapa alasan:
  1. Tidak dicuri maling......ketika dia mencuri dan akan dijual di pasar umum......tidak akan laku.....karena memang singkong ini hanya cocok untuk diolah di pabrik tapioka. Atau kalau mau mencuri....harus rame-rame.....karena untuk mencabutnya.....kalau 1 orang yang bekerja akan kesulitan.....soalnya tidak bisa dicabut dengan tenaga kosong. Kalau mencuri rame-rame dan dilakukan malam hari.....menjual di pabrik tidak akan mudah.....karena harus menggunakan DO.
  2. Tidak diganggu ternak dan tukang angon ataupun tukang ngarit......karena ternak yang diberi daun singkong ini akan mati......juga kalau dimakan orang.....rasanya memang pahit.....
  3. Menjualnya sangat mudah....tetapi harus di pabrik tapioka......penanam singkong sambung PANSU.....tidak perlu repot-repot karena dengan mengontak pabrik....tukang cabut dan truk pengangkut singkong siap membantu.....di pabrik juga tidak perlu repot.....lihat di timbangan.....cek hasil rendemen....sudah tahu harga singkong kita per kilonya berapa. Atau kontak PANSU....tim PANSU akan mengecek kapan panen bisa dilakukan.
  4. Harganya.....terus membaik......pengalaman selama ini....harga singkong umumnya akan turun ketika musim penghujan tiba (Nopember s/d Februari untuk di Sumatera Utara). Pada bulan-bulan inilah biasanya petani singkong akan mencabut singkong mudanya dan dijual ke pabrik.....otomatis singkong mudah, kadar patinya masih rendah dan harganya juga rendah......atau singkong terpaksa dicabut karena lahan sudah tergenang......Namun......untuk singkong sambung PANSU yang sudah menerapkan 4 kita budidaya singkong.....akan tetap tenang dan memanen dengan harga yang lumayan......karena jumlahnya besar (banyak) dan kandungan patinya tinggi dan harganya pasti lebih mahal......
  5. Pabrik ada di banyak tempat dan transportasi masih menjangkau.....sehingga tidak akan kesulitan untuk dapat diterima atau memenuhi permintaan pabrik tapioka yang selalu kekurangan bahan baku.
Mungkin itu alasan-alasan......kita memilih Singkong Sambung PANSU......yang paling Aman dan Menguntungkan ......Selamat Berbudidaya Singkong Sambung.




2 komentar:

  1. wah dimana saya bisa mendapatkan bibit singkong PANSU itu dan berapa harganya sampai ke samarinda kira,kira 1 ha( 5000) batang. HuB saya 0852 5280 6501

    BalasHapus
  2. Bapak Ahmad Yani yang terhormat,

    Sungguh kehormatan bagi kami untuk dapat melayani Bapak yang cukup jauh....namun demikianlah adanya. Ternyata yang dari jauh-jauh banyak yang pesan via sms dan telpon seperti dari Ciamis, Mandar, Surabaya dan Lampung untuk hanya bibit singkong pansu.

    Kami belum melayani yang luar Sumatera Utara....karena untuk membantu kawan-kawan yang berminat menanam singkong sambung ternyata buanyak sekali.....

    Kami juga mohon maaf kepada para pelanggan yang sudah waiting list dan lahan sudah dibajak sampai beberapa kali....namun bibit singkong sambung pansu belum tersedia sesuai dengan yang diharapkan.

    Pak Yani....mohon maaf ya....mungkin di Kalimantan juga tersedia singkong gede....katanya di Kaltim banyak jenis singkong besar ini. Mudah-mudahan dapat tersedia dari tingkat lokalan....terima kasih.

    BalasHapus