Jumat, 09 Maret 2012


PEDOMAN BUDIDAYA SINGKONG SAMBUNG PANSU
Oleh: Sabirin

1.      LATAR BELAKANG.

Pertimbangan utama memilih usaha di sector pertanian saat ini adalah dengan tingkat keamanan, simple dan tidak merepotkan, menjualnya mudah, dan beruntung lumayan. Salah satu yang menjadi pilihan dengan pertimbangan tersebut adalah menanam singkong sambung dengan tingkat keamanan paling tinggi (tidak diminati untuk dimakan manusia dan ternak secara langsung), tidak merepotkan (waktu sangat hemat), mudah menjualnya karena langsung diterima pabrik kapan saja dan berapa saja, dan menguntungkan karena harga singkong sudah sangat baik.

Kapan lagi kalua tidak memulai sekarang juga, tidak bisa luas mulai dari lahan yang tersedia. Perluas dan kembangkan jika sudah merasakan manisnya hasil singkong sambung ini. Untuk itu tulisan dibawah ini disusun untuk dapat dijadikan pedoman bersama bagi semua khalayak yang akan mempraktekkan menanam Singkong Sambung PANSU. Selamat mencoba dan pasti berhasil.

Ada 4 kiat utama dalam mengembangkan singkong sambung, pertama cari lahan yang pada musim penghujan tidak terjadi genangan, pilih bibit singkong sambung yang sudah teruji, gunakan pupuk organic lebih banyak dengan minimal 2 kg/batang dan kendalikan gulma serta tungau merah pada musim kering. Uraian secara rinci akan dibahas pada tulisan di bawah ini.

2.      PENGOLAHAN TANAH
Gemburkan tanah dengan cara dibajak menggunakan traktor kemudian buat bedengan tunggal (bokoran) dengan ukuran 1,5mx1,5m dengan tinggi bedengan 30-40cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi panjang lahan. Jika tanahnya memungkinkan untuk tidak dibedeng juga tidak ada masalah, yang penting kondisinya gembur, karena dengan tanah yang gembur pada dasarnya pembedengan tidak diperlukan.
Dari pengalaman banyak pekebun dan petani singkong disebutkan bahwa lahan tanaman singkong akan dapat berproduksi secara optimal jika lahan yang ada terbuka dan tidak terlindung dengan pepohonan yang lain, karena dengan terbukanya lahan sinar matahri akan memenuhi kebutuhan dalam proses pertumbuhan singkong.
3.      PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PANSU.
Setelah bedengan tunggal (bokoran) atau barisan tanaman sudah dipersiapkan, tepat diatas bokoran yang diponcong taburkan Pupuk Organik PANSU di titik penanaman stek singkong sebanyak 2 kg per titik tanam atau dengan menempatkan pupuk tersebut ditempat yang cocok. Setelah selesai menempatkan Pupuk Organik PANSU, lakukan penyiraman dengan Pupuk Organik Cair sebanyak 80-100 ml dengan menggunakan gembor. Jika di lahan yang ada sering diketemukan penyakit umbi yang biasanya jamur (Phytopthora sp), dapat diaplikasikan PGPR yang dicampurkan pada POC yang digunakan.
4.      PENYIAPAN BIBIT DAN PENANAMAN
a.    Penyediaan bibit.
Bibit dapat dipersiapkan ataupun dipesan dengan membeli dari PANSU secara langsung. Pemasanan bibit segera dilakukan karena pemesan akan menunggu sesuai dengan daftar tunggu pembeli yang ada. Untuk menyiaplan/memesan bibit ini diperlukan waktu sekitar 3 sampai 4 minggu, kecuali stok bibit di PANSU memang masih tersedia. Untuk tanda pesan/order bibit pembeli mesti meningalkan DP (down payment) sebesar 25% dari jumlah harga pembelian dan jika sudah tersedia maka pihak manajer bibit PANSU akan segera menghubungi pembeli.
Menyediakan bibit singkong sambung memerlukan keterampilan khusus dan untuk mendapatkan bibit sambung secara mudah dapat dipesan di PANSU dengan harga damai. Jika pesanan cukup besar, maka akan difasilitasi oleh Tim PANSU. Sebagai gambaran harga bibit sambung siap tanam adalah berdasarkan harga ubi di pabrik (saat pesanan bibit) jika harga jual ubi di pabrik Rp 800/kg, maka harga bibit sambung siap tanam adalah senilai 2-3 kg ubi yakni Rp 1.600/batang s/d Rp 2.400/batang. Saat ini ditetapkan bahwa harga bibit ditingkat konsumen langsung Rp 2.000/batang.
b.      Penanaman bibit/stek singkong.
Bibit/stek yang telah dipersiapkan ditanamkan dengan kedalaman 3 s/d 5 cm tepat pada setiap tumpukan pupuk organik yang telah disiram dengan PPC dengan menggunakan tali agar barisan yang terbentuk lurus dan enak dipandang mata.
Penanaman akan berhasil baik saat kondisi tanah masih mengandung banyak air. Penanaman akan lebih baik jika pada awal ataupun akhir musim penghujan, namun jangan sampai lahan yang ada tergenang.
c.       Penyulaman tanaman mati.
Tanaman yang mati perlu dilakukan penyulaman dengan menggunakan bibit yang dipersiapkan lebih dan selalu ditanam rapat di bagian pinggir tanaman yang memang dipersiapkan untuk itu. Seminggu setelah tanaman mulai tumbuh tunas dilakukan pengecekan terhadap tanaman yang mati dan segera dilakukan penyulaman.
5.      PEMBUMBUNAN DAN PENGENDALIAN RUMPUT

Pengendalian rumput atau gulma diusahakan bersamaan dengan proses perlakuan pembumbunan tanaman setelah pemupukan dilakukan. Namun jika tidak mampu mengendalikan secara manual, akan dipersiapkan anti rumput yang dipersiapkan oleh PANSU. Atau banyak jenis racun yang dijual di pasaran.

Jika tanah yang ada sudah gembur, maka pembumbunan tampaknya tidak diperlukan dan tidak diperlukannya pembumbunan juga akan menghemat biaya.

6.      PEMUPUKAN
Pupuk yang diperlukan telah disiapkan oleh PANSU, namun jika tidak/belum tersedia maka akan menggunakan pupuk NPK yang paling murah. Disamping pupuk padat, pupuk cair baik untuk pertumbuhan vegetatif (dibawah 5 bulan) dan untuk pertumbuhan generatif (diatas 5 bulan) yang akan dipersiapkan secara khusus oleh PANSU. Adapun cara dan aplikasi pupuk yang diterapkan adalah sebagai berikut:

No
Umur Tanaman
Jenis Pupuk
Dosis
Cara Aplikasi
1
3 minggu
Pupuk NPK
30 gram/ pohon
Ditugalkan pada ketiga sisi batang tanaman dan masing-masing diisi dengan 10 gram/lubang dan ditutup.
2
5 minggu
Pupuk Cair Daun
2 ltr/ha
Campur dengan 400 liter air dan disiramkan ke bagian akar tanaman masing-masing 80 ml.
3
8 minggu
Pupuk NPK
30 gram/ pohon
Ditugalkan pada ketiga sisi batang tanaman dan masing-masing diisi dengan 10 gram/lubang dan ditutup.
4
9 minggu
Pupuk Cair Daun
2 ltr/ha
Campur dengan 400 liter air dan disiramkan ke bagian akar tanaman masing-masing 80 ml.
5
12 minggu
Pupuk cair Daun
1 ltr/ha
Campur dengan 200 liter air dan semprotkan pada bagian bawah daun (ini dilakukan kalau tanaman masih kurus atau daun menguning).
6
14 minggu
Pupuk Cair Daun
2 ltr/ha
Campur dengan 400 liter air dan disiramkan ke bagian akar tanaman masing-masing 80 ml.
7
16 minggu
Pupuk cair Daun
1 ltr/ha
Campur dengan 200 liter air dan semprotkan pada bagian bawah daun (ini dilakukan kalau tanaman masih kurus atau daun menguning).
8
18 minggu
Pupuk cair Daun
1 ltr/ha
Campur dengan 200 liter air dan semprotkan pada bagian bawah daun (ini dilakukan kalau tanaman masih kurus atau daun menguning).
9
20 minggu
Pupuk NPK
30 gram/ pohon
Ditugalkan pada ketiga sisi batang tanaman dan masing-masing diisi dengan 10 gram/lubang dan ditutup.
10
24 minggu
Pupuk Cair Buah
2 ltr/ha
Campur dengan 400 liter air dan disiramkan ke bagian akar tanaman masing-masing 80 ml (ini dilakukan rutin setiap bulan sampai menjelang panen).
11
26 minggu
Pupuk Cair Buah
1 ltr/ha
Campur dengan 200 liter air dan semprotkan pada bagian bawah daun (ini dilakukan rutin setiap bulan sampai menjelang panen).

7.      PEMBUANGAN CABANG/TUNAS
a.       Pembuangan cabang/tunas lain.
Pembuangan cabang/tunas lain pada tanaman singkong sambung ini mutlak dilakukan. Tunas ataupun cabang-cabang yang tumbuh diluar cabang yang diiinginkan diharapkan akan mampu membentuk tumbuhnya tanaman singkong yang diharapkan.
Tunas yang keluar dari selain tunas yang diharapkan dilakukan setiap bulan sekali, namun biasanya hanya 2 bulan pertama membutuhkan perhatian, setelah itu sudah tidak ada tumbuh tunas-tunas yang tidak diharapkan.
Hanya cabang utama dari proses bibit sambungan yang diharapkan akan terus berkembang, sehingga batang akan menjadi tumbuh dan kokoh untuk membentuk batang sesuai dengan yang diharapkan.
b.      Pemangkasan bentuk/ketinggian.
Namun setelah proses penyambungan, maka tunas untuk batang atas yang dihidupkan hanya 1, walaupun nantinya akan dipelihara 3 cabang payung yang tumbuh dari batang atas. Pemotongan dilakukan dengan mengusahakan dengan ketinggian yang sama, sehingga dapat menggunakan tali yang diikat pada ujung ke ujung sebagai pedoman ketinggian.
Adanya pemangkasan ketinggian ini diharapkan tanaman singkong yang ada akan tumbuh seragam dengan ketinggian yang relatif sama.
8.      PERAWATAN DAN PENGENDALIAN HAMA/PENYAKIT

Berbagai hama penyakit yang timbul akan dapat diketahui sedini mungkin, karena dilakukan proses pengamatan secara 2 mingguan atau bulanan. Jika ditemukan hama dan penyakit tertentu akan digunakan cara-cara yang paling aman.

No
Jenis Hama/Penyakit
Gejala dan Cara Pengendalian

Uret (Xylenthropus sp)
Ciri: berada dalam akar dari tanaman.
Gejala: tanaman mati pada yg usia muda, karena akar batang dan umbi dirusak.
Pengendalian: bersihkan sisa-sisa bahan organik pada saat tanam dan atau mencampur saponin ataupun Metarrizium pada saat pengolahan lahan.

Tungau merah (Tetranychus bimaculatus)
Ciri: menyerang pada permukaan bawah daun dengan menghisap cairan daun tersebut.
Gejala: daun akan menjadi kering.
Pengendalian:menanam varietas toleran dan menyemprotkan air yang diberi sabun cair.
PANSU juga sudah menyiapkan bahan untuk mengndalikan Tungau Merah ini dengan nama MENASIL. Bahan tersebut diramu dari daun Nimba yang cukup baik untuk mengendalikan hama tungau ini.

Bercak daun bakteri
Penyebab: Xanthomonas manihotis atau Cassava Bacterial Blight/CBG .
Gejala: bercak-bercak bersudut pada daun lalu bergerak dan mengakibatkan pada daun kering dan akhirnya mati.
Pengendalian: menanam varietas yang tahan, memotong atau memusnahkan bagian tanaman yang sakit, melakukan pergiliran tanaman dan sanitasi kebun

Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum)
Ciri: hidup di daun, akar dan batang.
Gejala: daun yang mendadak jadi layu seperti tersiram air panas. Akar, batang dan umbi langsung membusuk.
Pengendalian: melakukan pergiliran tanaman, menanam varietas yang tahan dan melakukan pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit berat.

Bercak daun coklat (Cercospora heningsii)
Gejala: daun bercak-bercak coklat, mengering, lubang-lubang bulat kecil dan jaringan daun mati.
Pengendalian: melakukan pelebaran jarak tanam, penanaman varietas yang tahan, pemangkasan pada daun yang sakit serta melakukan sanitasi kebun.

Bercak daun konsentris (Phoma phyllostica)
Penyebab: cendawan yang hidup pada daun.
Gejala: adanya bercak kecil dan titik-titik, terutama pada daun muda.
Pengendalian:memperlebar jarak tanam, mengadakan sanitasi kebun dan memangkas bagian tanaman yang sakit

Setelah semua kegiatan di atas dilakukan maka pada bulan ke-6 sampai bulan ke-12 kegiatan kita hanya tinggal memonitor perkembangan tanaman hingga panen. Hal yang penting adalah aplikasi pupuk cair buah baik secara siram dan juga penyemprotan yang secara rutin dilakukan setiap bulan.
9.      PENGENDALIAN AIR
Ketersediaan air untuk menjaga pertumbuhan tanaman singkong menjadi penting, jika lahan kondisinya kering maka pemberian air diperlukan. Namun jika air berlebih, maka perlu dikendalikan dengan cara mengalirkan air pada saluran pembuangan. Air yang menggenang akan membusukkan umbi yang sudah terbentuk dan kekurangan air umbi juga akan lambat berkembang.
10.  PANEN
Setelah tanaman berumur 11 s/d 12 bulan maka tanaman singkong bisa dipanen dengan cara memangkas batang kemudian dikumpulkan untuk bahan tanam berikutnya kemudian pangkal batang dicabut dan umbinya dikumpulkan sehingga memudahkan dalam pengangkutan.
11.  PEMBIAYAAN
Biaya yang diperlukan untuk mengelola usaha budidaya singkong sambung ini meliputi biaya lahan dan operasional. Biaya lahan akan kembali utuh karena dalam bentuk system gadai untuk jangka waktu 2 tahun (sesuai perjajian). Sedang Biaya operasional akan ditentukan sesuai dengan pengalaman pertama yang akan dijalani dan ikut harga pasar yang berjalan di masing-masing lokasi budidaya singkong yang dijalankan. Pelaksana lapangan akan merekam pembiayaan yang dikeluarkan sesuai dengan realisasi dan didukung dengan kuitansi pengeluaran. Namun gambaran biaya 1 hektar lahan diperlukan antara 23 s/d 25 juta/hektar.
12.  PEMASARAN.
Pemasaran singkong segar khususnya untuk tujuan prosesing menjadi tapioka ataupun mocaf (modified cassava flour) sangatlah mudah. Pabrik pengolah sudah menanti, bahkan para agen sudah banyak yang melakukan pembelian langsung di lahan pekebun.
Pabrik akan menerima kapan saja dan pada saat-saat singkong melimpah, pabrik akan bekerja 24 jam. Dengan demikian tidak ada keraguan bagi pekebun singkong dalam memasarkan hasil yang telah didapatkan.
Disamping pabrik, pekebun juga dapat mengolahnya menjadi gaplek sebagai bahan pangan dan juga industri pakan ternak. Jika dapat melakukan proses menjadi gaplek, maka nilai tambah akan didapatkan lebih banyak.
13.  KEUNTUNGAN USAHA.
Berdasarkan perhitungan yang ada dengan populasi tanaman per hektar mencapai 4000 sampai 4500 batang dengan rata-rata produksi perbatang 50 kg, akan dihasilkan ubi kayu segar sebannyak 200 ton s/d 225 ton dengan harga jual bersih Rp 650/kg, maka didapatkan hasil penjualan sebesar Rp 130 juta s/d 146 juta. Namun jika dirata-ratakan produksi perbatang 35 kg, akan dihasilkan uang sebesar Rp 91 jt s/d 102 juta. Besar dan kecilnya produksi yang dihasilkan sangat tergantung pada perawatan yang dilakukan oleh pekebun.
Demikian Pedoman ini disusun untuk dapat dijadikan acuan bagi pelaksana lapangan dan akan terus disempurnakan untuk masa-masa berikutnya. Terima kasih (Sbr/Feb/2012).


14.  RINCIAN PEMBIAYAAN.
No
Uraian
Volume
Satuan
Harga
Jumlah
1
Sewa lahan
1
ha
2,800,000
2,800,000
2
Membabat lahan
1
ha
750,000
750,000
3
Mentraktor lahan (2 kali)
1
ha
1,250,000
1,250,000
4
Menyiapkan bibit (Bibit Sambung PANSU)
4000
ha
2,000
8,000,000
5
Menanam stek (rendam ke PPC Daun dahulu)
16
HK
35,000
560,000

Sub-total



10,210,000
6
Belanja Bahan:





Pupuk Organik 2 kg/batang
4000
batang
700
5,600,000

NPK 50 gr/pohon 2 kali aplikasi
400
kg
4,000
1,600,000

PPC Daun 6 kali aplikasi @ 2 liter
12
liter
15,000
180,000

PPC Buah 5 kali aplikasi @ 2 liter
10
liter
15,000
150,000

Herbisida 2 kali aplikasi @ 2 liter
4
liter
60,000
240,000

Sub-total



7,770,000
7
Belanja Alat:





Sprayer Jerman
2
unit
420,000
840,000

Drum 1 buah
1
unit
200,000
200,000

Plastik lembaran untuk stok air
10
meter
5,000
50,000

Gayung/timba
4
buah
15,000
60,000

Sub-Total



1,150,000
8
Tenaga Kerja:





Memupuk NPK 4 orang
4
HK
50,000
200,000

Memupuk Organik
3
HK
50,000
150,000

Memupuk cair 11 aplikasi 3 orang
66
HK
50,000
3,300,000

Meracun rumput 2 kali aplikasi 4 orang
8
HK
50,000
400,000

Menyisip tanaman sakit/mati
4
HK
50,000
200,000

Sub-Total



4,250,000

TOTAL/HEKTAR



23,380,000

15.  RUANG KONSULTASI
Jika dalam membudidayakan singkong sambung PANSU banyak mengalami masalah, ruang konsultasi gratis terbuka untuk umum yakni di:
Outlet Lapangan: Desa Sekip Gang Kebun Sayur No.38 Lubuk Pakam Deli Serdang-Sumatera Utara, Telp: 061-7952655; atau 08126098202; 082160384968. Khusus diskusi dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu (08.00-18.00 WIB). Via email: poskopansu@telkom.net atau sabirin20215@yahoo.com.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar